-->

Pages

1.    Pengertian Intelegensi 

Intelegensi atau kecerdasan merupakan kata benda yang menerangkan kata kerja atau kata keterangan, seseorang menunjukkan intelegensinya ketika ia bertindak atau berbuat dalam situasi secara inteligent / cerdas atau bodoh, intelegensi seseorang dapat dilihat dalam caranya orang tersebut berbuat atau bertindak.
Woodworth mengemukakan bahwa intelegensi erat hubungannya dengan intelek atau pengetahuan. Karena intelegensi dapat dikatakan intelek yang siap digunakan. Misalnya dalam menulis surat, mengarang, menerima dan menyerap pelajaran dsb. Jadi intelegensi adalah kemampuan umum mental individu yang tampak dalam caranya bertindak, berbuat atau dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

2.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intelegensi
a.    Pembawaan
Ialah kemampuan / potensi yang dibawa sejak lahir

Perkembangan Intelegensi Anak

0 komentar
Perkembangan intelegensi anak menurut Piaget mengandung tiga aspek yaitu structure, content, danfunction. Jadi, intelegensi anak yang sedang mengalami perkembangan, struktur (structure) dan contentintelegensinya berubah atau berkembang. Di mana fungsi dan adaptasi akan tersusun sedemikian rupa, sehingga melahirkan rangkaian perkembangan, dan masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus yang menentukan kecakapan pikiran anak. Adapun tahap-tahap perkembangan menurut Piaget ialah kematangan, pengalaman fisik atau lingkungan, transmisi sosial, dan equilibriumatau self regulation. Selanjutnya Piaget membagi tingkat perkembangan sebagai tahap: sensori motor, berpikir pra operasional, berpikir operasional konkret, dan berpikir operasional formal.
1.  Tahap sensori-motor (0-2 tahun)
Pada tahap ini, bayi mempergunakan sistem penginderaan dan aktivitas-aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya mengenal objek-objek. Meskipun ketika dilahirkan seorang bayi masih sangat tergantung dan tidak berdaya, tetapi sebagian alat-alat inderanya sudah langsung bisa berfungsi. Contoh yang jelas dapat dilihat pada “kemampuan” bayi untuk menggerakkan otot-otot disekitar mulut, gerakan mengenyot bilamana mulut tersentuh pada sesuatu, misalnya putting susu ibunya. Bayi bukan saja secara pasif menerima rangsang-rangsangan terhadap alat-alat inderanya, melainkan juga bisa memberikan jawaban terhadap rangsang yakni refleks-refleks. Jelas bahwa refleks yang diperlihatkan bayi bukan sesuatu kemampuan yang timbul dari hasil belajar dalam hubungan dengan lingkungan atau rangsang yang timbul dari lingkungan, melainkan suatu kemampuan yang sudah ada ketika bayi dilahirkan. Dalam perkembangan lebih lanjut, sebagaimana dikemukakan oleh I.P. Pavlov yang menjadi pendahulu refleksologi, satu refleks bisa berpindah dan dikembangkan dengan reflek-reflek lain melalui kondisi-kondisi yang dibuat dari luar (lingkungan) sebagai inti dasar rangkaian gerak atau perbuatan yang sederhana, terutama pada gerak motorik.

Mendidik Anak Sejak Dini

0 komentar
Kehadiran seorang anak sangat diharapkan dalam suatu keluarga untuk meneruskan tali keturunan keluarganya. Anak merupakan tanda cinta kasih orangtua sehingga anak bagi orangtua menjadi orang yang sangat disayangi dan dikasihi bahkan melebihi dirinya sendiri. Hal ini tentu semua orangtua sepakat meskipun disanah sini banyak pemberitaan negative yang ditayangkan di televisi mengenai perilaku negative orangtua terhadap anaknya seperti melakukan kekerasan fisik, membuang anaknya, bahkan sampai-sampai membunuh anaknya sendiri. Anak merupakan harapan orangtua, keluarga, masyarakat dan bangsa. Oleh karenanya tidak berlebihan kalau sejak dini anak harus diberikan berbagai ilmu dalam bentuk berbagai rangsangan /stimulant sehingga dapat mengoftimalkan segala potensi yang dimiliki anak dengan baik. 
Perkembangan kecerdasan memerlukan stimulasi dari lingkungan. Kurangnya stimulasi lingkungan menyebabkan perkembangan anak tidak optimal. Pendidikan merupakan lingkungan buatan yang dirancang secara sadar dan terencana dalam rangka mengembangkan potensi kecerdasan anak. Mendidik anak pada usia dini ibarat membentuk pohon bonsai yang sesuai dengan kehendak dan kemauan si pemilik bonsai. Tentu ini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan bonsai itu kedepannya. 

Tips Kesehatan

1 komentar
Tips Cara mengecilkan perut buncit dengan pola makan
Berikut ini cara cara yang dapat Anda lakukan untuk mengecilkan perut:
§  Makan sarapan sekitar 200 kalori. Hal ini dapat terdiri dari sepotong roti panggang dengan sedikit selai, satu butir telur dadar dan setengah gelas susu.
§  Makan makanan ringan yang menyehatkan, buah buahan segar, serat yang ada pada buah buahan segar akan membikin Anda lebih lama kenyang.
§  Makan siang sekitar 400 kalori. kira kira seukuran setengah dari rata rata porsi orang orang indonesia ketika makan siang.
§  Jika setelah 2 atau 3 jam dari makan siang tersebut Anda sudah merasa lapar kembali maka silakan anda ambil buah buahan segar sebagai snack Anda.